KEJAYAAN ISLAM DI
MASA LALU
Akhir-akhir ini, Islam masih
mengalami keterpurukan di berbagai bidang. Di bidang syari’at, masih banyak
bermacam masalah yang menimpa, berbagai silang pendapat antar aliran dan faham
dalam tubuh ummat Islam membuat ummat kurang solid dan mudah diombang
ambingkan, apalagi dalam bidang lain, misalkan bidang ekonomi dan ilmu
pengetahuan.
Negara-negara dimana islam
menjadi agama mayoritas mengalami kondisi yang kurang bagus, gesekan dalam masalah
khilafiyah membuat kondisi bermasyarakat seakan tidak stabil. Hal tersebut
membuat taraf kehidupan ummat Islam seakan terbelakang.
Menilik keadaan Islam saat tahun
750 M – 1258 M. Zaman tersebut merupakan zaman ketika para ilmuwan, insinyur
dan filsuf Islam banyak memberikan peranan dan kontribusi terhadap kemajuan
kehidupan dunia saat itu, baik itu di bidang kebudayaan dan teknologi serta
perdagangan.
Dalam bidang teknologi dan ilmu
pengetahuan, tidak sedikit ilmuwan-ilmuwan muslim yang mumpuni dan berperan
besar. Mulai bidang bahasa dan sastra, matematika, fisika, kimia, arsitektur,
kedokteran, hingga astronomi.
Avicenna, dikenal sebagai bapak
kedokteran modern. Ibnu Sina yang mempunyai nama lengkap Abu Ali alhusein bin
Abdullah bin Hasan Ali bin Sina, lahir di Persia (sekarang Iran) pada bulan
shofar 370 H / Agustus 980 M. Ibnu Sina telah hafal Al-Qur’an sejak berumur 10
tahun, selain itu beliau telah mempelajari ilmu syari’at dan fiqih. Selain di
bidang agama, Ibnu Sina juga menekuni ilmu filsafat, ilmu logika dan juga ilmu
matematika. Tidak sampai di bidang-bidang ilmu itu saja, Ibnu Sina semakin haus
akan ilmu di bidang lainnya, termasuk ilmu Matematika. Ibnu Sina belajar
kedokteran kepada Abu Manshur Al-Qomari dan Abu Sahal Isa bin Yahya Al-Jurjani.
Ibnu Sina adalah orang pertamayang mengobati pasien dengan cara menyuntikkan
obat ke tubuh pasien.
Al-Khawarizmi, bapak matematika
modern. Muhammad ibn Musa Al-Khawarizmi, ilmuwan islam yang lahir di daerah
Khawarizm (Khiva) menghasilkan buku monumental yang berjudul Hisab Al-Jabir
Wal Mukabalah, buku ini membahas tentang kalkulasi integral dan persamaan.
Selain itu, Al-Khawarizmi juga dianggap sebagai ilmuwan penemu dan pengembang
sistem persepuluhan dan dianggap juga sebagai penemul angka 0 (nol).
Al-Khawarizmi juga dianggap sebagai penemu sistem AlJabar (algebra) yang kini
ilmu tersebut sangat berperan alam sistem algoritma.
Muhammad Ibrahim Al-Farazi,
penemu alat astronomi yang dinamakan Astrolab. Alat ini sangat penting untuk
dunia astronomi modern, Astrolab digunakan untuk menentukan waktu berdasarkan
posisi benda langit. Selain Al-Farazi, ilmuwan muslim lainnya di bidang
astronomi yang mashur adalah Al-Farghani. Lebih dikenal dengan nama alfarghanus
oleh dunia barat menulis buku Harakat As-Samawiyah wa Jawami Ilm An-Nujum pada
tahun 829 M. Dalam buku tersebut, Al-Farghani menuliskan semua hasil penelitian
tentang besaran diameter bumi dan jarak
antar planet.
Selain nama-nama mashur ilmuwan
muslim tersebut diatas, masih banyak nama-nama mashur yang sempat mengharumkan
nama Islam di dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar