PONDOK PESANTREN TAHFIZH SYARIF AR-RASYID --- PONDOK PESANTREN TAHFIZH SYARIF AR-RASYID --- PONDOK PESANTREN TAHFIZH SYARIF AR-RASYID --- PONDOK PESANTREN TAHFIZH SYARIF AR-RASYID

Senin, 24 Oktober 2022

PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD

 




Maulid Nabi, meskipun masih banyak pertentangan di kalangan umat islam tentang hukum merayakan maulid nabi, namun sebagai ummatan washaton, kita sebagai pengikut ahlussunnah wal jama’ah memilih jalan tengah. Ahlus sunnah mengambil hukum bahwa peringatan maulid nabi ini sebagai perbuatan yang boleh dilakukan, karena kegiatan ini mempunyai nilai kebaikan dan tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadits, meskipun tidak pernah dilakukan oleh nabi dan sahabat. 

Kebolehan memperingati Maulid Nabi memiliki argumentasi syar’i yang kuat. Seperti Rasulullah SAW merayakan kelahiran dan penerimaan wahyunya dengan cara berpuasa setiap hari kelahirannya, yaitu setiap hari senin Nabi SAW berpuasa untuk mensyukuri kelahiran dan awal penerimaan wahyunya.

عَنْ أَبِيْ قَتَادَةَ الأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الْإِثْنَيْنِ فَقَالَ” : فِيْهِ وُلِدْتُ وَفِيْهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ .” رواه مسلم

 “Dari Abi Qotadah al-Anshori RA sesungguhnya Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa hari senin. Rasulullah SAW menjawab: Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku”. (H.R. Muslim)

Oleh karena itu, pada tanggal 22 Oktober 2022, Pondok Pesantren Tahfizh Syarif Ar-Rasyid turut serta menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ananda Haidil Ahmad. Selanjutnya, acara diteruskan dengan lantunan sholawat-sholawat yang dipimpin oleh Ananda Surya Ramadhan Tambak dan Raihan Taquddin Luthfi, lantunan sholawat itu dilantunkan dan diikuti oleh santri/santriwati lainnya dengan khusuk dan syahdu. Berlanjut ke acara inti, pemaparan sirrah nabawiyah oleh pimpinan Pondok Pesantren.

Pemaparan sirrah nabawiyah tersebut memaparkan tentang masa sebelum Nabi ﷺ dilahirkan dan masa kecil nabi ﷺ. Dua masa ini dipilih untuk dipaparkan ke para santri agar santri dapat mengambil pelajaran berharga bagaimanakah kehidupan nabi ﷺ sewaktu belum diangkat sebaga nabi dan rasul, sehingga para santri dapat termotivasi dan mengambil contoh (ibrah) dan diterapkan dalam kehidupan santri/santriwati Pondok Pesantren Tahfizh Syarif Ar-Rasyid.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar