PONDOK PESANTREN TAHFIZH SYARIF AR-RASYID --- PONDOK PESANTREN TAHFIZH SYARIF AR-RASYID --- PONDOK PESANTREN TAHFIZH SYARIF AR-RASYID --- PONDOK PESANTREN TAHFIZH SYARIF AR-RASYID

Rabu, 26 Oktober 2022

TARIKH TASYRI' : KEJAYAAN ISLAM DI MASA LALU

 



KEJAYAAN ISLAM DI MASA LALU

Akhir-akhir ini, Islam masih mengalami keterpurukan di berbagai bidang. Di bidang syari’at, masih banyak bermacam masalah yang menimpa, berbagai silang pendapat antar aliran dan faham dalam tubuh ummat Islam membuat ummat kurang solid dan mudah diombang ambingkan, apalagi dalam bidang lain, misalkan bidang ekonomi dan ilmu pengetahuan.

Negara-negara dimana islam menjadi agama mayoritas mengalami kondisi yang kurang bagus, gesekan dalam masalah khilafiyah membuat kondisi bermasyarakat seakan tidak stabil. Hal tersebut membuat taraf kehidupan ummat Islam seakan terbelakang.

Menilik keadaan Islam saat tahun 750 M – 1258 M. Zaman tersebut merupakan zaman ketika para ilmuwan, insinyur dan filsuf Islam banyak memberikan peranan dan kontribusi terhadap kemajuan kehidupan dunia saat itu, baik itu di bidang kebudayaan dan teknologi serta perdagangan.

Dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan, tidak sedikit ilmuwan-ilmuwan muslim yang mumpuni dan berperan besar. Mulai bidang bahasa dan sastra, matematika, fisika, kimia, arsitektur, kedokteran, hingga astronomi.

Avicenna, dikenal sebagai bapak kedokteran modern. Ibnu Sina yang mempunyai nama lengkap Abu Ali alhusein bin Abdullah bin Hasan Ali bin Sina, lahir di Persia (sekarang Iran) pada bulan shofar 370 H / Agustus 980 M. Ibnu Sina telah hafal Al-Qur’an sejak berumur 10 tahun, selain itu beliau telah mempelajari ilmu syari’at dan fiqih. Selain di bidang agama, Ibnu Sina juga menekuni ilmu filsafat, ilmu logika dan juga ilmu matematika. Tidak sampai di bidang-bidang ilmu itu saja, Ibnu Sina semakin haus akan ilmu di bidang lainnya, termasuk ilmu Matematika. Ibnu Sina belajar kedokteran kepada Abu Manshur Al-Qomari dan Abu Sahal Isa bin Yahya Al-Jurjani. Ibnu Sina adalah orang pertamayang mengobati pasien dengan cara menyuntikkan obat ke tubuh pasien.

Al-Khawarizmi, bapak matematika modern. Muhammad ibn Musa Al-Khawarizmi, ilmuwan islam yang lahir di daerah Khawarizm (Khiva) menghasilkan buku monumental yang berjudul Hisab Al-Jabir Wal Mukabalah, buku ini membahas tentang kalkulasi integral dan persamaan. Selain itu, Al-Khawarizmi juga dianggap sebagai ilmuwan penemu dan pengembang sistem persepuluhan dan dianggap juga sebagai penemul angka 0 (nol). Al-Khawarizmi juga dianggap sebagai penemu sistem AlJabar (algebra) yang kini ilmu tersebut sangat berperan alam sistem algoritma.

Muhammad Ibrahim Al-Farazi, penemu alat astronomi yang dinamakan Astrolab. Alat ini sangat penting untuk dunia astronomi modern, Astrolab digunakan untuk menentukan waktu berdasarkan posisi benda langit. Selain Al-Farazi, ilmuwan muslim lainnya di bidang astronomi yang mashur adalah Al-Farghani. Lebih dikenal dengan nama alfarghanus oleh dunia barat menulis buku Harakat As-Samawiyah wa Jawami Ilm An-Nujum pada tahun 829 M. Dalam buku tersebut, Al-Farghani menuliskan semua hasil penelitian tentang  besaran diameter bumi dan jarak antar planet.

Selain nama-nama mashur ilmuwan muslim tersebut diatas, masih banyak nama-nama mashur yang sempat mengharumkan nama Islam di dunia.

Senin, 24 Oktober 2022

PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD

 




Maulid Nabi, meskipun masih banyak pertentangan di kalangan umat islam tentang hukum merayakan maulid nabi, namun sebagai ummatan washaton, kita sebagai pengikut ahlussunnah wal jama’ah memilih jalan tengah. Ahlus sunnah mengambil hukum bahwa peringatan maulid nabi ini sebagai perbuatan yang boleh dilakukan, karena kegiatan ini mempunyai nilai kebaikan dan tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadits, meskipun tidak pernah dilakukan oleh nabi dan sahabat. 

Kebolehan memperingati Maulid Nabi memiliki argumentasi syar’i yang kuat. Seperti Rasulullah SAW merayakan kelahiran dan penerimaan wahyunya dengan cara berpuasa setiap hari kelahirannya, yaitu setiap hari senin Nabi SAW berpuasa untuk mensyukuri kelahiran dan awal penerimaan wahyunya.

عَنْ أَبِيْ قَتَادَةَ الأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الْإِثْنَيْنِ فَقَالَ” : فِيْهِ وُلِدْتُ وَفِيْهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ .” رواه مسلم

 “Dari Abi Qotadah al-Anshori RA sesungguhnya Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa hari senin. Rasulullah SAW menjawab: Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku”. (H.R. Muslim)

Oleh karena itu, pada tanggal 22 Oktober 2022, Pondok Pesantren Tahfizh Syarif Ar-Rasyid turut serta menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ananda Haidil Ahmad. Selanjutnya, acara diteruskan dengan lantunan sholawat-sholawat yang dipimpin oleh Ananda Surya Ramadhan Tambak dan Raihan Taquddin Luthfi, lantunan sholawat itu dilantunkan dan diikuti oleh santri/santriwati lainnya dengan khusuk dan syahdu. Berlanjut ke acara inti, pemaparan sirrah nabawiyah oleh pimpinan Pondok Pesantren.

Pemaparan sirrah nabawiyah tersebut memaparkan tentang masa sebelum Nabi ﷺ dilahirkan dan masa kecil nabi ﷺ. Dua masa ini dipilih untuk dipaparkan ke para santri agar santri dapat mengambil pelajaran berharga bagaimanakah kehidupan nabi ﷺ sewaktu belum diangkat sebaga nabi dan rasul, sehingga para santri dapat termotivasi dan mengambil contoh (ibrah) dan diterapkan dalam kehidupan santri/santriwati Pondok Pesantren Tahfizh Syarif Ar-Rasyid.